Wednesday 5 December 2012

"Love Story Bee 2009"

Cerpen
Oleh: Amanda Sudarmi Guci

"Love Story Bee 2009"

Percayakah kalian dari kebohongan bisa menjadi cinta? Hmmm... Mungkin ini terdengar sedikit naif, tapi inilah yang ku alami.

Kisah ini berawal dari perkenalan yang tidak disengaja. Dimana aku menggantikan posisi temanku untuk bertemu dengan seorang pria yang dia sukai, mungkin ini sikap yang bodoh karna menyuruh orang lain menggantikan untuk bertemu pertama kalinya dengan orang yang disukai. Temanku ini bertujuan mempertemukan aku dengannya hanya karna ingin tau lebih lanjut bagaimana sikap dari keseharian pria itu. Singkat cerita aku membuat janji dengan pria itu yang bernama "Rio" di kawasan olahraga. Jujur waktu itu aku sedikit takut untuk bertemu dengan pria yang tidak aku kenali ini, apalagi aku mengaku sebagai orang lain. Tapi tanpa pikir panjang aku mau melakukannya demi seorang teman.

Sore itu aku mengajak temanku yang bernama “Ami”. Sekian lama menunggu ternyata orang yang ditunggupun akhirnya datang. “hei, Dila ya?” (itulah nama temanku yang menyuruhku menyamar sebagai dirinya) “iya, kamu Rio?” tiba-tiba perasaan aku mulai aneh, sepertinya aku menyukainya, ahh... tapi ini tidak boleh berlanjut karna aku tau temanku sangat menyukainya. “aku Dika” itulah nama teman yang dibawa oleh rio. Setelah perkenalan kitapun pulang, dikarenakan rio memiliki kesibukkan lain diwaktu yang bersamaan.

Sesampainya di kos temanku, aku menceritakan semuanya. Ternyata spesifik rio yang aku ceritakan tak sesuai dengan yang dikenali dila. Mungkinkah ini sebuah kebohongan yang dibalas kebohongan? Ahh.. tidak mungkin bisa sama kebetulan seperti ini, tepisku. Akupun mulai jujur kepada dila, “eh dil, kalau benar itu rio, aku mungkin juga menyukainya.” Saat itu juga dila marah padaku. Seharian aku diam saja dikamar itu karna merasa bersalah, suasanapun hening. Tiba-tiba aku mendapat pesan dari rio, dia mengajakku untuk jogging minggu pagi di tempat kemarin. Akupun kembali menjelaskan ke dila, aku mengajaknya untuk memastikan bahwa itu rio atau bukan. Ternyata pagi itu rio membawa seorang pria baru lagi, yang bernama rio juga. Aku mulai heran, dilapun tersenyum manis kepadaku. Dila berbisik padaku kalau orang itu yang dia maksud rio. Jadi....??? ternyata benar, kebohongan dibalas kebohongan. Sentak perasaan kecewapun menghampiriku. Ternyata orang yang aku sukai dari pandangan pertama itu seorang pembohong! Eits.. tunggu dulu, bukankah aku juga seorang pembohong? Hahahhaa kitapun tertawa terbahak-bahak. Ternyata bisa terjadi juga kebetulan yang sama seperti ini. Rio pertama berkata “Daripada bingung dan menimbulkan kesalah pahaman begini, bagaimana kalau kita mulai lagi dari awal?” kita semua berseru “stujuuuu”. “aku Adi bukan Rio, inilah rio yang sebenarnya.” Hahaha... “aku juga bukan Dila dan inilah dila (menunjuk dila) hhahahahaha”. Di dalam hati aku sedikit lega, walaupun kebohongan setidaknya aku tidak perlu bertengkar dengan sahabatku, karna orang yang kita sukai ternyata berbeda.

Semenjak saat itu aku mulai sering jalan dengan adi, baik itu pergi makan, hangout bersama temannya, bahkan menemaninya bermain futsal (walaupun sebagai penonton). Tiba-tiba dika yang aku kenali itu juga mengaku bahwa namanya Dino. Kaget sih, tapi ya sudahlah, toh semuanya juga diawali dengan kebohongan, yang penting sekarang dimulai lagi dari awal yaitu dari kejujuran. Ntah kenapa dino mendekatiku, aku berpikir positif saja. Tapi ini sedikit membuatku kesal, karna menghalangi kedekatanku dengan adi. Suatu ketika dino mengajakku untuk pergi jalan, aku tanyakan kepadanya “apakah adi ikut?” ternyata dia menjawab “tidak, hanya kita berdua”. Aku ingin menolak ajakannya, tapi aku takut kalau dia curiga tentang perasaan aku ke adi. “ya sudah aku mau” jawabku.

Hari itu hari dimana aku akan menepati janji dengan dino, akupun jalan dengannya. Seharian jalan aku sama sekali tidak bersemangat, karna aku tidak memiliki sedikitpun rasa padanya. Aku tidak mau juga menggantung perasaan seseorang, aku memutuskan untuk menolaknya tanpa memberikan alasan yang pasti. Karna aku tau, jika aku mengatakan yang sejujurnya bahwa aku menyukai sahabatnya, mungkin aku bisa menghancurkan persahabatan mereka. Sesampainya dirumah, aku mengirim pesan pada adi. Mood mulai membaik, tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila ,, mungkin benar-benar gila ,, gilaaa ,, karna cinta hahahhaha. Hari-haripun aku lalui dengan bermain dunia maya bersamanya.

Singkat cerita adi mengajakku jalan, pastinya aku tidak akan menolak, karna memang itu yang aku tunggu. Diperjalanan aku bercerita dan bersenda gurau dengannya. Tak henti-hentinya kami tertawa. Ternyata adi mengajakku ke sebuah tempat yang indah. Dimana terdapat pemandangan yang asri, ditemani dengan embun sehabis hujan. Sungguh suasana yang sangat romantis.

Suatu ketika disekolah aku menerima pesan singkat dari adi yang berisi “jujur aku menyukaimu dari awal bertemu. Tapi aku terlalu takut untuk mengungkapkannya. Karna aku tau sahabatku juga menyukaimu dan aku tidak ingin merusak persahabatan karna perasaanku ini".

Bersambung....
KopiApung

3 comments:

  1. ceritanya menarik.. tapi posting lanjutannya dong mbak..

    ReplyDelete
  2. trimakasih atas komentarnya. kalau untuk lanjutan cerita sabar dulu ya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. okehh sama2.. semangat trus untuk berkarya..
      kami tunggu lanjutan critanya mbak..

      Delete